KASIH SETIA TUHAN SAAT WABAH CORONA


Mazmur 139:13-16

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.


Yesaya 46:4

Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

Yesaya 46:4, sepatutnya menjadi nyanyian yang kita kumandangkan tiap-tiap hari. Ayat itu berisi sebuah keyakinan yang menjadi dasar bahwa Allah Pencipta langit dan bumi yang kita kenal di dalam Yesus Kristus adalah Allah yang berdaulat dan setia.  Pada masa wabah virus corona ini kita mesti tetap percaya bahwa Allah yang setia senantiasa ada bersama dengan kita dalam kondisi dan situasi apapun.

 

KEHEBATAN ALLAH DALAM PL          

Umat Allah pada jaman Perjanjian lama menjadikan Yesaya 46:4 sebagai penghiburan, dan ayat ini adalah ayat penghiburan bagi umat Allah yang mengalami tantangan dan kesulitan dalam mengikuti panggilan Tuhan. Allah adalah Allah yang setia yang memelihara kita sejak berada dalam kandungan sampai kita berjumpa dengan Allah. Allah yang setia itu tidak pernah meninggalkan orang yang percaya. BETAPA HEBATNYA TUHAN!

UMAT ALLAH KERAP TIDAK SETIA DENGAN TUHAN, BERPALING DARI ALLAH, TAPI ALLAH TETAP SETIA. MEREKA YANG BERBALIK KEPADA ALLAH TAK PERNAH DITOLAK ALLAH YANG SETIA.

Kita perlu terus berjuang menjaga diri untuk tidak terpapar corona dengan mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah, secara bersamaan kita juga memohon Tuhan memampukan kita menjaga diri agar tidak menjadi media penularan virus corona kepada orag lain.

 

KESETIAAN ALLAH DASAR PENGHIBURAN SAAT WABAH CORONA

Allah Pencipta yang Setia itu tak pernah membebani kita, tetapi Allah senantiasa siap memikul beban kita. Kematian Kristus di kayu salib adalah bukti kasih Allah yang tak terbatas. TUHAN YESUS JURUSELAMAT MANUSIA BERDOSA

Mengenal Allah pencipta yang peduli terhadap kita, sejak dilahirkan, hingga usia KITA SAAT INI, dan kepeduliaan Allah itu kita rasakan dalam setiap moment kehidupan kita, adalah sangat menghiburkan. LIHATLAH JEJAK LANGKAH KITA, KITA AKAN HERAN BAGAIMANA KITA BISA ADA SEBAGAIMANA KITA ADA SAAT INI. 

HIDUP ADALAH PERGUMULAN, Karena kita masih berada dalam tubuh berdosa, NAMUN PERGUMULAN ITU DAPAT KITA LEWATI BERSAMA ALLAH YANG BESAR yang telah memerdekakan kita dari kuasa dosa,

 

HIBURKANLAH SAUDARA-SAUDARA KITA YANG MENDERITA SAAT WABAH CORONA, DAN BUKANNYA MEMBERIKAN STIGMA PADA MEREKA YANG POSITIF TERINFEKSI CORONA

 

Umat Allah patut mengagungkan kedaulatan Allah, kasih setia Allah yang kekal, dan tak berubah dengan menghiburkan saudara-saudara kita yang terinfeksi corona, demikian juga tenaga medis yang berjuang membendung wabah corona. 

Binsar Antoni Hutabarat

No comments:

Post a Comment