Toleransi Antar Umat Beragama





 

 


 

Gereja Lama pun Harus Mengurus Izin

 

Gereja Kristen Pasundan (GKP) Kampung Sawah, Bekasi, Jawa Barat sudah berusia 137 tahun (pada Juni 2011). Dari sisi historis, di GKP itu ada dua jenis jemaat: yang lahir dari hasil pengabaran Injil (zending), dan perorangan. GKP Kampung Sawah ini adalah hasil pengabaran Injil perorangan, oleh Mr. Anting.

 

Kampung Sawah penduduknya mayoritas beragama Kristen. Selama perjalanan gereja ini tidak pernah ada konflik. Relasi dengan masyarakat dan pemeluk agama lain selama ini berjalan harmonis. Hal ini bisa terjadi karena faktor historis dan faktor budaya yang cukup kuat. Dulu memang pernah ada satu masalah dari sisi budaya. Itu pun imbas, bukan langsung ke gereja dan umat kristiani.

 

GKP Kampung Sawah sudah diakui di tengah-tengah masyarakat, karena mereka sendiri secara historis mengakui sejak zaman dahulu kala sudah ada gereja ini. Tetapi dengan mulai munculnya peraturan yang baru, misalnya Perber, maka sebagai warga negara, pihak GKP Kampung Sawah harus mematuhi dan menaatinya. Maka pengurus GKP Kampung Sawah  mengurus IMB.

 

Mestinya, sesuai klausul yang ada dalam Perber, GKP Kampung Sawah secara otomatis mendapatkan ijin. Sebab dikatakan, bagi gereja yang sudah ada sebelum peraturan ini diberlakukan, maka pemerintah wajib memfasilitasi. Namun ketika pihak gereja meminta pemerintah untuk melakukan kewajibannya, memberikan surat ijin untuk GKP Kampung Sawah, instansi yang bersangkutan justru meminta pihak gereja menjalankan sesuai prosedur yang berlaku. Artinya sama dengan gereja lain yang baru dibangun: harus dilengkapi tanda tangan persetujuan warga sekitar, dll.

 

Dengan kejadian ini, dapat diduga bahwa aparat belum mengerti tentang pelaksanaan Perber. Kemungkinan besar aparat  tidak memahami betul tentang implementasi Perber itu sendiri. ”Perber  kan seharusnya mengatur aparat pemerintahan untuk membuat mekanisme perizinan tentang rumah ibadah.

 

FKUB sendiri pun tidak ikut membantu. Sebab ketika masalah ini harus diputuskan lewat voting, sudah jelas suara Kristen yang hanya punya perwakilan dua atau satu orang dari 17 anggota, jelas akan kalah. Kalaupun tidak ada voting, dalam mengeluarkan rekomendasi, seringkali FKUB sama dengan instansi lain, yaitu menentukan tarif. Yang lebih ironis lagi, perwakilan Kristen yang menjadi anggota FKUB pun ikut terbawa arus. Gereja pun menjadi semacam obyek pencarian dana.

 

Perber, pada satu sisi, memang masih kurang dalam hal sosialisasi. Maka sangat  diperlukan kajian lebih mendalam lagi dalam implementasinya. Sebab dalam kenyataannya gereja sering diperlakukan sebagai objek. Jadi, peraturan yang ada dalam Perber tidak menjadikan kehidupan keberagamaan menjadi lebih baik. Justru membuka peluang bagi oknum-oknum menjadikan gereja sebagai ajang bisnis.

 

”Di Kabupaten Bandung, mereka blak-blakan. Mau duitnya sampai berapa triliun rupiah juga, izin gak bakal keluar. Ini sudah dijadikan semacam permainan karena menyangka bahwa gereja punya banyak duit untuk dikuras. Jadi, pengurusan izin ini hanya lebih pada permainan. 

 

Tampaknya roh dan esensi Perber ini sebetulnya untuk kebaikan. Tapi semua tergantung kepada pelaksana peraturan itu sendiri. Maka apabila peraturan ini tidak dijiwai oleh orang-orang yang melaksanakannya, akan menjadi sebuah kekacauan. Bahkan apabila Perber ini diadopsi ke dalam UU Kerukunan Umat Beragama pun, ini kurang menjamin. Pemerintah juga harus memiliki semacam tool untuk memantau di lapangan seperti apa sebetulnya. Pemerintah jangan hanya membuat peraturan yang kelihatannya luar biasa, tetapi tidak ada kontrol yang jelas. Misalnya kalau terjadi penyimpangan-penyimpangan sampai sejauh mana pemerintah bisa bertindak.

 

Selama ini hanya gereja yang bersangkutan mengurus ijinnya. Tetapi ada baiknya juga apabila gereja aras nasional semacam PGI, PGLII, dll yang mengoordinasikan pengurusan ijin tersebut. Sebab lembaga gerejawi sebenarnya  tahu pergumulan gereja. Biarlah lembaga ini yang mendampingi gereja-gereja tertentu yang mau mendirikan tempat ibadahnya. Kepengurusan ijin dipercayakan kepada lembaga-lembaga yang sudah eksis yang diakui pemerintah.  

https://www.joyinmyworld.com/2020/06/toleransi-antar-umat-beragama-di.html



Learn more about Corel WordPerfect Office

No comments:

Post a Comment